Parts Therapy dalam Hipnoterapi

Parts Therapy adalah salah satu teknik standar dalam Hipnoterapi moderen yang berguna untuk menyelesaikan konflik bathin yang terjadi pada klien. Parts Therapy dikembangkan oleh seorang Hipnoterapis ternama Roy C. Hunter. Ia berpendapat bahwa masalah terjadi karena konflik anatara diri khususnya dalam masalah fungsi dan peranan. Penggunaan teknik ini terutama terkait dengan kasus-kasus kecanduan, dan perilaku buruk. Teknik Parts Therapy memadang bahwa manusia terdiri dari bagian-bagian diri yang memiliki fungsi dan peranannya.


Dalam kasus kecanduan dan perilaku buruk misalnya, tidak cukup hanya menggunakan Direct Suggestion, karena pada umumnya melibatkan konflik di tingkat sub-kepribadian dari Client, sehingga harus diterapkan metode terapeutik yang dapat menyentuh ke akar permasalahan.


Filosofi dasar


Setiap perilaku selalu memiliki maksud yang “baik”, walaupun secara normatif mungkin terlihat “buruk”.


Misalkan, seorang pecandu narkoba, pasti terdapat sisi dalam dirinya yang berusaha mempertahankan perilaku kecanduan ini, dengan maksud yang “baik”, misalkan untuk membuat pelaku merasa tenang dan nyaman. Permasalahan menjadi kompleks ketika terdapat sisi lain dari kepribadian yang ingin menghentikan kecanduan ini, karena akan terjadi pertentangan secara terus menerus.


Seorang Hipnoterapis harus dapat menemukan sisi kepribadian yang lain dari Client yang mungkin menganggap adanya “keuntungan” dengan mempetahankan perilaku buruk dimaksud. Hal ini sering juga disebut sebagai “Secondary Gain” atau keuntungan yang tersembunyi.


***

Ketika kita sudah dapat memahami bahwa pada suatu kasus perilaku buruk pada umumnya terdapat 2 sisi kepribadian yang saling bertentangan, dan masing-masing memiliki tujuan positif menuut versinya masing-masing, maka berikutnya kita harus melakukan mediasi agar sisi yang kita anggap “buruk” dapat mengubah arahnya, yaitu mendukung sisi kepribadian lainnya yang ingin menghentikan perilaku buruk tersebut.


Secara teknis berikut ini tahapan dari Parts Therapy:

  • Temukan 2 kepribadian yang bertentangan, dan lakukan identifikasi dengan jelas, bila perlu berikan nama kepada masing-masing kepribadian ini.
  • Tanyakan dengan jelas maksud dan tujuan setiap kepribadian ini. Dalam proses komunikasi yang dilakukan maka Hipnoterapis harus berkomunikasi dengan “sisi kepribadian”, bukan kepada Client, walaupun secara teknis tentu saja yang memberikan jawaban tetap Client.
  • Lakukan negosiasi terhadap sisi kepribadian yang dianggap “buruk”. Negosiasi harus dilakukan secara ekologis dan tidak berupaya untuk menyalahkan atau mengalahkan sisi kepribadian ini.
  • Mintalah kepada sisi kepribadian yang “baik” untuk meminta tolong kepada kepribadian yang “buruk” agar dapat mendukung kepribadian yang “baik” ini.
  • Jika kedua kepribadian ini sudah menuju arah yang sama, yaitu arah “baik”, maka lakukan proses pengintegrasian.
  • Periksa keadaan baru dari Client setelah kedua sisi kepribadian ini menyatu, dan mintalah Client untuk menyatakan perasaannya dan menegaskan perubahan ini secara verbal.
Catatan :
*Hipnoterapis harus dengan teliti mendengarkan setiap keinginan dari Parts klien dan tidak memihak pada satu Parts akan tetapi bertindak sebagai mediator untuk mendamaikan Parts yang konflik. Jadi tugas Hipnoterapis adalah mendengarkan setiap Parts dan membantu mendamaikan konflik yang dirasakan

Reviews:

Posting Komentar

Pelatihan Konseling & Hipnoterapi Indonesia I Klinik Hipnoterapi & Konseling © 2014 - Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com

Contact us

Diberdayakan oleh Blogger.