Teknik Mengukur Kedalaman Hipnosis
Tips Praktis Untuk Mendeteksi Tingkat Kedalaman Kondisi Hipnosis Klien
Bagi orang awam hipnosis bukanlah menu yang baru. Ibarat makanan, hipnosis adalah menu makanan yang sudah familiar dan mudah dikenali. Namun membuat orang untuk mau mencoba atau bahkan menggantikannya bukanlah sebuah hal yang mudah. Contohnya adalah kebiasaan orang Indonesia yang selalu makan nasi sebagai bahan makanan pokok, meskipun roti itu biasa digunakan orang barat sebagai menu makanan pokoknya, sulit bagi kita tergoda untuk mengganti menu nasi dengan roti setiap harinya.


Inilah uniknya hipnosis dan hipnoterapi. Lantas, apa masalahnya? Sebenarnya tidak ada masalah. Hanya saja kita perlu tahu jika banyak orang awam ingin tahu lebih dalam mengenai keilmuan hipnosis ini. Salah satu hal menarik yang cukup menyita perhatian adalah ketidak percayaan mereka dengan kondisi hipnosis karena hypnotist atau hipnoterapis kadang tidak memiliki alat ukur atau parameter yang dapat membuat mereka “melongo” dan berkata, ooooooooo jadi begitu yaaaaa.


Bagaimana solusinya? Tenang. Kita sebagai praktisi hipnosis dan hipnoterapi pasti sudah tahu jawabannya. Ada alat khusus yang dapat digunakan untuk mendeteksi tingkat kedalaman kondisi hipnosis klien. Hal ini berarti jika kita juga dapat memberikan pengertian jika akan ada perbedaan yang nyata antara gelombang pikiran (otak) klien dalam kondisi normal dengan klien yang dihipnosis.


Alat yang digunakan adalah mesin Scientific EEG. Dengan alat ini kita dapat melihat peralihan akitifitas pikiran klien ketika berada dalam kondisi normal, kondisi hipnosis sedang atau hipnosis dalam. Sayangnya alat ini sangat mahal. Harganya berkisar antara 2.000 – 3.500 USD dan hanya tersedia di luar negeri, antara lain : USA.

Jadi bagaimana solusinya? Tentu tidak setiap hypnotist dan hipnoterapis mampu memiliki alat ini. Jadi kita harus memiliki tips khusus untuk mendeteksi tingkat kedalaman hipnosis klien. 

Dan sekarang juga kita sudah menemukan jawabannya. Ternyata kita dapat menggunakan tips OBEBA, yaitu Observasi, Bertanya dan Bahasa Tubuh.

Berikut ini adalah 3 (tiga) tips untuk mendeteksi tingkat kedalaman hipnosis seorang klien tersebut :

  • Observasi

Perhatikan kondisi fisik, ekspresi dan mimik wajah klien yang sedang dihipnosis. Jika masih terlihat sering menggerakkan angota badan dengan leluasa, maka kita dapat mengkategorikannya ke dalam kondisi hipnosis sedang. Sebaliknya jika sudah sangat tenang dan otot-ototnya mengendor maka bisa dikatakan jika klien sudah sangat dalam masuk ke dalam kondisi hipnosis.

  • Bertanya

Jika klien masih dapat menjawab dengan jawaban yang cukup jelas maka klien masih berada dalam kondisi hipnosis ringan. Sebaliknya jika klien seperti kesulitan menjawab atau bahkan seakan berbisik, maka klien dapat kita kategorikan jika klien masuk dalam kondisi hipnosis yang dalam.

  • Bahasa Tubuh

Kita dapat menggunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi. Istilah ini dikenal dengan sebutan Ideo Motor Response. Tekniknya adalah dengan meminta klien menggerakkan telunjuk jika setuju (YA) dan menggerakkan ibu jempol jika tidak setuju (TIDAK). Jika gerakan telunjuk dan jempol klien masih cepat dan tegas maka klien masih berada dalam kondisi hipnosis ringan. Bagaimana jika klien menggerakkan jemari tangannya dengan sangat lambat dan seakan-akan tidak bergerak?

Pelatihan Konseling & Hipnoterapi Indonesia I Klinik Hipnoterapi & Konseling © 2014 - Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com

Contact us

Diberdayakan oleh Blogger.