Teknik Parts Therapy dalam Menangani Adiksi Game Online
  Note : Studi kasus dibawah ini merupakan bagian dari serangkaian pengalaman penulis dalam melakukan praktek Hypnotherapy di sekolah.

a) Perilaku Adiksi Game Online
Adiksi bisa didefinisikan dengan penggunaan terhadap sesuatu secara terus menerus dan menjadi kebiasaan (habit) untuk mengulanginya. Ada berbagai pengertian yang berhubungan dengan adiksi yaitu penyalahgunaan (abuse), ketergantungan (dependence), dan kecanduan (addiction). Dalam kamus psikologi, Chaplin (2002:11) menjelaskan bahwasanya adiksi merupakan suatu keadaan bergantung secara fisik pada suatu obat bius. Namun, fenomena yang ada menunjukkan bahwa adiksi tidak terjadi pada penggunaan obat bius saja akan tetapi perilaku adiksi game online. Artinya, seseorang yang memiliki ketergantungan terhadap game online (permainan internet). Narramore (1981 : 23) menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami adiksi adalah :
  1. Orang yang ketergantungan atau kecanduan adalah orang yang secara emosional belum memiliki kematangan dalam menentukan tujuan-tujuan jangka lama. (Emotional Immature)
  2. Orang yang kurang control terhadap dirinya dan cepat mengalami sakit.
  3. Orang yang mengalami konflik pribadi dan tidak bahagia serta frustrasi biasanya mewujudkannya dengan memakai obat-obatan atau zat kimia
  4. Ketidaktercapaian tujuan yang tinggi dan telah direncanakan oleh dirinya dapat mendatangkan perasaan frustrasi yang luar biasa.
  5. Adiksi pada remaja seringkali dipengaruhi oleh tekanan kelompok. Salah satu tujuan hidup remaja adalah mendapatkan penerimaan dari kelompoknya. Jika dibutuhkan untuk minum agar diterima kelompoknya maka para remaja akan melakukannya, para remaja melakukanhal ini untuk mendorong kemajuan dari gangnya.
  6. Kurangnya spiritualitas merupakan pertimbangan utama yang keempat yang menyebabkan remaja untuk memakai obat-obatan atau zat kimia adiktif lainnya.

b) Deskripsi Kasus
     Klien merupakan anak kelas X-C yang merasa tidak kuat dalam menahan main game online bahkan ketika Klien melihat nama warnet selalu ada perasaan yang menyuruhnya untuk masuk ke warnet. Klien mengalami kecanduan (adiksi) yang tidak bisa dihentikan terhadap main Game Online bahkan seringkali tidak masuk sekolah sampai 2 minggu karena main internet pada jam sekolah. Selain itu, Klien juga mengalami permasalahan akademik karena adiksi terhadap game online. Kebiasan ini tentu saja nengganggu Klien yang sedang melanjutkan studi di Sekolah Menengah Atas, dan Klien terancam tidak naik kelas atau dipindahkan jika tidak mengalami perubahan dalam sikap dan perilaku. Ada beberapa indikator yang menjadi permasalahan bagi Klien yakni diantaranya :
1. Klien sering tidak masuk sekolah bahkan sampai 2 minggu dan main game online
2. Klien main game online dalam satu hari sekitar 5-8 jam
3. Klien mengalami permasalahan akademik, ada sekitar 5 mata pelajaran yang belum tuntas dari semester I
4. Klien merasa kurang betah dengan suasana di sekolah terutama hubungan dengan teman-temannya di kelas

c) Treatment (Penanganan)
          Dalam kasus di atas, terlihat bahwasanya masalah utama yang dihadapi Klien adalah ketidakmampuan Klien dalam mengendalikan diri main game online. Selain itu, Klien seirngkali merasakan suasana yang tidak nyaman di kelas dan akhirnya membuat malas belajar. Hal ini kemungkinan terjadi karena kemampuan Klien melakukan sosialisasi dengan temannya kurang. Untuk itu, dalam melakukan intervensi atau bantuan yang diberikan kepada Klien, praktikan melakukan beberapa tahapan. Pertama, praktikan melakukan konseling untuk mengungkap permasalahan yang dihadapi Klien serta berusaha untuk memahamkan Klien terhadap masalah yang dihadapinya. Saat melakukan konseling, praktikan mulai mengetahui bahwa Klien sebenarnya memiliki keinginan yang besar untuk berhenti dari main game online. Tentu saja, hal ini menguntungkan praktikan dalam memberikan intervensi secara langsung yakni membuat intervensi untuk menghentikan kebiasaan main game online. Langkah kedua, yang dilakukan oleh praktikan adalah membuat intervensi untuk menghentikan perilaku adiksi game online. Pendekatan yang digunakan oleh praktikan adalah dengan menggunakan Hypnotherapy. Ada beberapa asumsi yang praktikan pilih mengapa harus menggunakan pendekatan hypnotherapy. Dari beberapa referensi dan penelitian yang dilakukan oleh tokoh-tokoh psikologi dapat disimpulkan bahwa hypnotherapy sangat cocok dalam menangani kebiasaan seperti merokok atau narkoba (Gunawan, 2006). Selain itu, hypnotherapy tidak memerlukan waktu yang lama dalam membantu Klien untuk menghentikan kebiasaan perilaku adiktif ini. Dalam membantu Klien, praktikan melakukan konseling dengan menggunakan pendekatan Carkchuff untuk mengungkap serta memahamkan Klien terhadap masalah yang dihadapinya. Konseling dilakukan dalam satu pertemuan dengan diberikan penugasan rumah (Homework) terhadap kebiasaan perilaku adiktif main game online. Dari hasil konseling ditemukan bahwa Klien memiliki keinginan yang besar untuk berhenti dari kebiasan adiktif main game online terutama ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Motivasi ini bisa digunakan untuk membantu Klien keluar dari kebiasan adiktif ini. Langkah selanjutnya, praktikan melakukan sesi Hypnotherapy sebagai alat (tools) untuk menghentikan kebiasaan adiktif main game online. Secara garis besar ada di dalam skrip konseling. Pada kasus ini, hipnoterapis hanya melakukan satu sesi terapi saja kemudian sesi kedua dilakukan untuk melihat sejauhmana keberhasilan terapi.

Tahapan Attending

Klien               : “Assalamu’alaikum..…” (Klien datang ke ruangan Bimbingan dan Konseling)
Hipnoterapis : ”wa’alaikumsalam…..eh, RR…silahkan masuk……..(Hipnoterapis menjawab  
                          salam dengan penuh kehangatan)
Klien               : “Bapak…memanggil saya ?? (Klien bertanya keheranan)
Hipnoterapis : “.oh, ya…betul….silahkan duduk…(Hipnoterapis mempersilahkan duduk Klien)
Hipnoterapis : “…bagaimana kabarnya sehat ???.....
Klien               : “Alhamdulillah….sehat, pak…..”
Hipnoterapis : “…nampaknya bapak lihat hari ini kamu penuh semangat dan tampak ceria 
                          sekali…..”
Klien               : “…oya…ah, bapak bisa aja….” (Klien tersenyum)
Hipnoterapis : “..betul, ko…kelihatan dari raut mukanya yang bercahaya…..”
Klien               : “ah, bapak…he..he “(tersenyum)
Hipnoterapis : “ya, bapak ingin ngobrol dengan RR. Kebetulan kemaren bapak sudah bertemu 
                         dengan ibu RR dan ngobrol banyak mengenai masalah yang sekarang dihadapi 
                         RR”
Klien               : “ya, pak kemaren ibu bercerita banyak hal juga setelah pertemuan dengan 
                          bapak. Saya benar-benar ingin berubah dan menghilangkan kebiasaan ini, pak”
Hipnoterapis : “maksudnya ?”
Klien               : “kebiasaan saya suka main game online, pak”
Hipnoterapis : “memang biasanya RR main game online berapa jam sehari?”
Klien               : “biasanya saya main game online kadang 5 jam sampai 8 jam”
Hipnoterapis : “perasaan apa yang biasanya muncul jika tidak main game?”
Klien               : “tidak tenang aja, pak. Rasanya ada yang kurang”
Hipnoterapis : “jadi RR ngerasa ketagihan dan tidak mampu mengendalikan diri untuk main 
                          game”
Klien               : “ya, pak”
Hipnoterapis : “apakah RR pernah mencoba untuk menahan diri tidak bermain game walaupun 
                         sehari ?”
Klien               : “pernah, pak tapi gak kuat setiap kali melihat warnet selalu ada tarikan yang 
                          memaksa main game”
Hipnoterapis  : “memang biasanya dimana RR main game online?”
Klien                : “di warnet dekat rumah, pak”
Hipnoterapis  : “jadi sering donk main game onlinenya. Ok, bapak dengar kami juga pernah 
                         mabal dan main game online. Biasanya dimana RR main game onlinenya ?”
Klien                : “biasanya di daerah bandung yang rame ja, pak. Asal ada warnet dan tidak 
                           dekat dengan sekolah”
Hipnoterapis   : “ok, apa yang menyebabkan RR tidak mampu menahan diri atau biasanya apa 
                           yang dirasakan jika tidak main game online?’
Klien                 : “ya, itulah mungkin karena banyaknya godaan juga tapi biasanya kalau 
                           sendirian saya rasa harus main game aja”
Hipnoterapis    : “kamu merasa tidak enak kalau sendirian dan tidak ada teman yang 
                            menemani”
Klien                  : “ya, pak. Biasanya dengan main game online jadi terasa ada yang nemenin”
Hipnoterapis    : “tapi kan di sekolah banyak teman ?”
Klien                  : “sebenarnya saya tidak ada teman yang dekat di kelas, pak”
Hipnoterapis    : “apakah kamu merasa tidak nyaman di kelas?”
Klien                  : “ya, pak”
Hipnoterapis    : “ok, bapak paham dan bisa merasakan apa yang kamu rasakan tapi saat ini 
                            RR sudah berada di kelas X-C dan sebentar lagi masuk kelas XI. Jadi menurut 
                            RR apakah harus RR melakukan perilaku mabal seperti itu karena tidak 
                            nyaman di kelas?”
Klien                  : “nggak juga,pak. Untuk itu, saya ingin menghentikan kebiasaan main game 
                             online ini, pak”
Hipnoterapis    : “ok, kalau begitu bapak ingin tahu seberapa besar keinginan kamu untuk 
                             mengubah kebiasaan kamu ini. Jika dihitung dari angka 0 sampai 10. Berada 
                             di angka berapa keinginan kamu untuk berhenti itu?
Klien                 : “10, pak. Saya benar-benar ingin berubah”
Hipnoterapis   : "baiklah, kalau begitu kira-kira boleh bapak tahu keuntungan kamu jika 
                            berubah ?”
Klien                : “saya tidak akan mengecewakan kedua orang tua saya lagi, pak terutama ibu 
                           saya”
Hipnoterapis   : “mengapa kamu merasa mengecewakan kedua orang tua kamu?”
Klien                : “karena saya telah menyia-nyiakan biaya sekolah yang dibayar oleh kedua 
                           orang tua saya, pak”
Hipnoterapis   : “jadi kamu merasa menyesal ?”
Klien                 : “ya, pak”
Hipnoterapis   : “ok, sekarang kerugian apa yang akan kamu dapatkan jika kebiasaan ini 
                           belum diatasi ?”
Klien                 : “saya akan terus membebani kedua orang tua, pak. Saya malu dan ingin 
                            benar-benar berubah”
Hipnoterapis   : “ok, kalau seperti itubapak bisa paham dan merasakan motivasi kamu untuk 
                           berubah agar semakin lebih baik”
Klien                : “ya, pak”
Hipnoterapis   : “baik sekarang bapak akan membantu kamu akan tetapi ada syaratnya. Kita 
                           akan melakukan sesi Hypnotherapy. RR pernah dengar hypnosis?”
Klien                 : “ya, pak yang kaya rommy Rafael ?”
Hipnoterapis   : “ehm, ada betulnya juga. Nah, tapi yang akan saya lakukan adalah terapinya 
                           benar-benar serius dan perlu keikhlasan dari RR agar apapun yang saya 
                           sugestikan RR terima dan meniatkan untuk menjalakan sepenuhnya”
Klien                : “ya, pak. Saya siap dan bersedia”
Hipnoterapis  : “baik, sekarang coba satukan ujung ibu jari dan jari telunjuk tangan kanan. 
                          Pandangi terus sambil meniatkan dan mengikhlaskan untuk relaks, santai dan 
                          nyaman”
Klien               : (mengikuti apapun yang dikatakan oleh Hipnoterapis)
Hipnoterapis : “Sekarang tarik nafas yang panjang tahan di atas kepala dan hitung sampai  
                         4….satu…dua…tiga…empat….buang lewat mulut dan rasakan semakin 
                         relaks…semakin santai”
Klien               : (melakukan pernafasan)
Hipnoterapis : “Nah, sekarang perlu kamu ketahui pikiran mampu mengontrol fisik bahkan 
                          perilaku contohnya seperti ini. Sambil memandangi titik pertemuan ujung ibu jari 
                          dan jari telunjuk katakana di dalam hati RR. Wahan jari aku perintahkan engkau 
                          untuk relaks, santai dan merapat serpat-rapatnya sehingga tidak ada yang bisa  
                          membuka jari ini termasuk aku sendiri…rasakan jari anda mulai rapat lekat 
                          seperti terkena lem yang sangat kuat dan rapat”
Klien               : (focus konsentrasi pada jari)
Hipnoterapis : “Setiap kali ada niat untuk melepaskan jari justru semakin kuat energi lekat itu 
                         menarik dan tidak bisa dilepaskan sedikitpun. Sekarang coba buka, jika tidak 
                         bisa santai saja dan relaks”
Klien              : “Tidak bisa, pak”
Hipnoterapis : “tenang dan relaks..sekarang silahkan tutup mata anda dan saya akan 
                         memandu anda untuk merasakan sensasi yang luar biasa dan menyenangkan. 
                         Sekarang saya akan menghitung dari 1 sampai 10. Setiap hitungkan yang saya 
                         ucapkan, anda ikuti di dalam hati sambil meniatkan untuk memasuki kondisi 
                         relaks dua kali lebih dalam dari kondisi saat ini..siap ???....mari kita 
                         mulai….satu….semakin relaks…..semakin nyaman….dua jauh lebih relaks dan 
                         menyenangkan….tiga…semakin relaks…semakin dalam….empat…lima…
                         enam semakin relaks…lemas dan bahagia…tujuh….delapan Sembilan dan 
                         sepuluh…kita anda benar-benar sangat relaks dan nyaman…rasakan 
                         sensasinya beberapa saat sampai nanti saya memanggil anda”
Klien              : (Terlihat sangat relaks dan damai).
Hipnoterapis : Sekarang saya akan menghitung lagi dari 1 sampai 10 serta membawa anda 
                         pada suasana yang begitu relaks, nyaman sekali. Setiap hitungkan yang saya 
                         ucapkan, anda ikuti di dalam hati sambil meniatkan untuk memasuki kondisi 
                         relaks dua kali lebih dalam dari kondisi saat ini..siap ???....mari kita 
                         mulai….satu….semakin relaks…..semakin nyaman….dua jauh lebih relaks dan 
                         menyenangkan….tiga…semakin relaks…semakin dalam….empat…lima…
                         enam semakin relaks…lemas dan bahagia…tujuh….delapan Sembilan dan 
                        sepuluh…kita anda benar-benar sangat relaks dan nyaman…rasakan 
                        sensasinya beberapa saat sampai nanti saya memanggil anda”
Klien              : (terlihat Klien tidur dalam kondisi relaks yang dalam)
Hipnoterapis : “sekarang rasakan dalam suasana yang hening dan damai. Anda merakan 
                         begitu bahagia dan damainya anda. Bahkan anda meniatkan setiap hembusan 
                         yang anda keluarkan lewat mulut semakin membuat anda relaks” (Deepening)
                         “sekarang rasakan dan bawa pikiran anda pada tempat yang sangat damai 
                         relaks dan santai sehingga yang anda rasakan adalah perasaan nyaman dan  
                         bahagia”
Klien              : (terlihat sangat relaks dan damai)
Hipnoterapis : “baik, sekarang saya ingin bertanya apakah ada bagian diri dari RR yang 
                         memiliki kebiasaan main game online ? (memanggil bagian diri /parts)
Klien              : “ya, ada”
Hipnoterapis : Tentunya bagian diri yang seuka main game online anda memiliki tujuan yang 
                         baik dan bagus bagi RR dan boleh saya tahu tujuan anda ?”
Klien              : “agar RR tidak sendiri” (Klien mengungkapkan tujuannya dalam kondisi Trance)
Hipnoterapis : “baik terima kasih anda telah menyebutkan tujuan anda, adakah nama sebutan 
                         lain dari anda yang bisa saya sebut agar anda senang ketika saya menyebut 
                         nama itu?”
Klien              : “ ya, Dega”
Hipnoterapis : “Baik, Dega. Terima kasih anda mau bekerja sama dengan saya yang disini 
                         hanyalah sebagai mediasi RR”
                         “Apakah ada bagian diri dari RR yang ingin berubah dari kebiasaan main game 
                         online ?”
Klien              : “ada”
Hipnoterapis : “adakah nama lain dari diri anda?”
Klien              : “Dika”
Hipnoterapis : “baiklah, Dika tentunya anda memiliki niat dan tujuan yang sangat baik agar RR 
                          bisa berhasil dalam belajarnya. Tapi saya ingin tahu apa tujuan anda ?”
Klien (Dika)   : “ ya, agar tidak terus menuruti hawa nafsu”
Hipnoterapis : “terima kasih, Dika telah mengungkapkan alasan anda untuk berubah”
                         “sekarang, saya Tanya kepada Dega, ternyata RR merasa kurang nyaman 
                          dengan kebiasaan main game online ini dan ingin berhenti dari kebiasaan ini. 
                          Maukah anda berdiskusi dengan Dika mengenai hal ini tentunya demi kebaikan
                          RR juga”
Klien (Dega) : “ya, boleh..”
Hipnoterapis : “begitupun dengan Dika maukah berdialog bersama Dega mengenai kebiasaan 
                          main game online ini?”
Klien (Dika)   : “ya, boleh”
Hipnoterapis : “Baik, saya ucapkan terima kasih atas kerjasamanya dari kedua belah pihak 
                          untuk merumuskan dan memecahkan masalah ini. Perlu diketahui, sangat besar 
                          sekali keinginan RR untuk lebih baik lagi dalam belajar dan berhenti main game 
                          online. Tentunya, dia menyadari bahwa masa depannya ditentukan sekarang. 
                          Nah, maukah Dika dan Dega bersama-sama membantu RR untuk keluar dan 
                          berhenti dari kebiasaan main game online ini?. Bagaimana dengan Dega?”
Klien (Dega) : “ya, baiklah”
Hipnoterapis : “bagaimana dengan Dika?”
Klien (Dika)   : “ya, baiklah”
Hipnoterapis : “saya ucapkan terima kasih sekali atas keinginan kalian untuk bekerjsama 
                         membantu RR. Adakah yang ingin disampaikan kepada RR, Dega ?”
Klien              : “lebih sabar aja”
Hipnoterapis : “Dika, ada yang mau disampaikan kepada RR?”
Klien              : “Jangan menuruti hawa nafsu”
Hipnoterapis : “baiklah sekarang silahkan kalian berdua memaafkan satu sama lain dan 
                         berteman kembali serta menjadi satu bersama dengan RR. Jika Sudah 
                         melakukannya katakana Ya”
Klien              : “Ya” (Hipnoterapis memberikan waktu beberapa saat)
Hipnoterapis : “baiklah sekarang saya akan menghitung dari satu sampai tiga dan pada 
                         hitungan ketiga masuki kondisi yang lebih relaks dan 
                         menyenangkan…satu…dua….tiga…tidur”
Klien              : (terlihat Klien lebih relaks dan damai)
Hipnoterapis : “rasakan setiap hembusan semakin membuat anda begitu relaks dan 
                         damai…sesaat lagi saya akan membangunkan anda kembali dalam kondisi 
                         yang segar dan sadar-sadarnya…persiapkan diri anda…saya akan menghitung 
                        dari satu sampai lima….dan anda akan bangun dalam kondisi yang setiap hari 
                        semakin percaya diri…setiap hari semangat dan pantang menyerah….dan 
                        berbakti kepada kedua orang tua…anda mampu menjadi orang yang penuh 
                        prestasi atas diri anda dan orang lain menghargai anda sepenuhnya”
                        Satu…ada energy positif yang masuk kedalam tubuh anda dan membuat anda 
                        begitu segar…dua…semakin segar…tiga anda mulai bisa menggerakan jari-jari 
                        anda…empat….perlahan-lahan anda bisa membuka mata anda…dan 
                        lima…anda kembali dalam kondisi yang segar dan semangat”
Klien              : (terlihat lebih segar dan fresh)
Hipnoterapis : “ok, baik sekarang bagaimana perasaannya ?”
Klien              : “Plong, pak…lebih fresh…dan tidak ada keinginan untuk main game online lagi”
Hipnoterapis : “baik, untuk melihat sejauhmana perkembangan RR. Bapak, minta RR mencatat 
                         apapun yang RR tuliskan dalam kertas ini. Jika RR dalam satu hari main game 
                         online lagi berapa jam tulis di kertas ini. Jika tidak tulis juga disini. Ok”
Klien              : “ya, pak”
Hipnoterapis : “nampaknya waktu di jam saya sudah menunjukkan jam 13.30, kebetulan bapak 
                         belum sholat. Mungkin sampai disini saja perjumpaan kita, minggu besok kita 
                         bertemu dengan laporan dari kertas tadi ya”
Klien              : “baiklah, pak. Terima kasih, pak”
Hipnoterapis : “ya, sama-sama”
Klien              : “assalamu’alaikum wr.wb”
Hipnoterapis : “wa’alaikum salam wr.wb”


Seminggu setelah terapi, hipnoterapis mengadakan sesi ke-2 dengan klien mengenai sejauhmana perkembanganhasil terapi dan klien mengatakan lebih bisa mengendalikan diri untuk tidak main game online selama satu minggu ini. Sesi konseling dan terapi pun diakhiri.


*Penulis adalah konselor dan hipnoterapis di klinik Konseling & Hypnotherapy Cihanjuang Cimahi

Reviews:

Posting Komentar

Pelatihan Konseling & Hipnoterapi Indonesia I Klinik Hipnoterapi & Konseling © 2014 - Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com

Contact us

Diberdayakan oleh Blogger.